Arwan Sir-sir
Arwan Sir-Sir adalah makanan tradisional warisan dalam kebudayaan masyarakat agraris yang berdomisili di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Provinsi Maluku).
Ringkasan merujuk ke Arwan Sir-sir — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010002755997- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Arwan Sir-Sir adalah makanan tradisional warisan dalam kebudayaan masyarakat agraris yang berdomisili di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Provinsi Maluku). Makanan ini dibuat dari daun ketela pohon yang diolah menjadi sayur yang memenuhi asupan gizi. Tidak hanya menjadi pokok pada upacara-upacara tradisonal, seperti pelantikan raja, upacara perkawinan sebagainya, sayur yang dibuat dengan cara ditumis ini juga bisa dijadikan makanan sehari-hari. Sayuran ini terbuat dari tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan dan beberapa bumbu. Sir-sir bisa dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadikan rasa sayur ini cukup unik. Fungsi sosial dari makanan ini adalah sebagai warisan turun temurun dan menjaga keharmonisan keluarga. Pada tahun 2011 Arwan Sir-sir tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.[WPI-2755997]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Arwan Sir-Sir adalah makanan tradisional warisan dalam kebudayaan masyarakat agraris yang berdomisili di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Provinsi Maluku). Makanan ini dibuat dari daun ketela pohon yang diolah menjadi sayur yang memenuhi asupan gizi. Tidak hanya menjadi pokok pada upacara-upacara tradisonal, seperti pelantikan raja, upacara perkawinan sebagainya, sayur yang dibuat dengan cara ditumis ini juga bisa dijadikan makanan sehari-hari. Sayuran ini terbuat dari tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan dan beberapa bumbu. Sir-sir bisa dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadikan rasa sayur ini cukup unik. Fungsi sosial dari makanan ini adalah sebagai warisan turun temurun dan menjaga keharmonisan keluarga. Pada tahun 2011 Arwan Sir-sir tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-2755997 · Kontributor Wikipedia
Arwan Sir-sir — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28567748, 2025-11-20T11:59:39Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.