Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Babae

Babae atau Baebae merupakan makanan khas dari Nias Selatan.

Ringkasan merujuk ke Babae — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010002484066
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Babae atau Baebae merupakan makanan khas dari Nias Selatan. Masyarakat di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, kembali melestarikan makanan tradisional ini. Pada zaman dahulu, babae hanya dapat disuguhkan, antara lain, di pesta adat, upacara kelahiran anak, acara pertunangan, serta pernikahan. Konon babae adalah makanan yang hanya disantap oleh keluarga bangsawan dan tidak sembarangan disantap oleh masyarakat umum. Nama babae tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Kuliner tradisional ini terbuat dari sejenis kacang-kacangan atau masyarakat setempat menyebutnya fakhe niha. Pembuatan babae mempunyai banyak versi yang berbeda di tiap-tiap daerah. Misal, biasanya di daerah pantai atau daerah To'ene, kacang beras yang digunakan tidak dikupas. Tetapi, untuk daerah pegunungan atau bukit (Maniamele) kacang beras yang digunakan biasanya dikupas. Perbedaan itu karena kacang beras yang akan digunakan sebagai bahan babae harus ditanam sebelum tiga bulan acara atau pesta diselenggarakan. Kacang ini juga harus ditanam secara khusus karena jarang sekali orang yang menjualnya dalam jumlah banyak.[WPI-2484066]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Babae atau Baebae merupakan makanan khas dari Nias Selatan. Masyarakat di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, kembali melestarikan makanan tradisional ini. Pada zaman dahulu, babae hanya dapat disuguhkan, antara lain, di pesta adat, upacara kelahiran anak, acara pertunangan, serta pernikahan. Konon babae adalah makanan yang hanya disantap oleh keluarga bangsawan dan tidak sembarangan disantap oleh masyarakat umum. Nama babae tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Kuliner tradisional ini terbuat dari sejenis kacang-kacangan atau masyarakat setempat menyebutnya fakhe niha. Pembuatan babae mempunyai banyak versi yang berbeda di tiap-tiap daerah. Misal, biasanya di daerah pantai atau daerah To'ene, kacang beras yang digunakan tidak dikupas. Tetapi, untuk daerah pegunungan atau bukit (Maniamele) kacang beras yang digunakan biasanya dikupas. Perbedaan itu karena kacang beras yang akan digunakan sebagai bahan babae harus ditanam sebelum tiga bulan acara atau pesta diselenggarakan. Kacang ini juga harus ditanam secara khusus karena jarang sekali orang yang menjualnya dalam jumlah banyak.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-2484066 · Kontributor Wikipedia

      Babae — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 29092165, 2026-04-01T01:41:40Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.