Bebek Songkem
Bebek Songkem merupakan masakan tradisional Madura dari Kabupaten Sampang.
Ringkasan merujuk ke Bebek Songkem — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004423887- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Bebek Songkem merupakan masakan tradisional Madura dari Kabupaten Sampang. Bebek Songkem memiliki kandungan kolesterol yang rendah atau bisa dibilang jauh lebih sehat daripada olahan bebek goreng pada umumnya. Oleh sebab itu, sajian asli Madura ini merupakan salah satu masakan yang wajib dinikmati oleh para pecinta masakan bebek. Sejarah awal Bebek Songkem ini tidak lepas dari tradisi keagamaan Islam di Sampang. Awalnya, saat hari raya Idul Fitri, masyarakat Kabupaten Sampang menyiapkan sajian ini saat bertamu kepada kiai, guru, orang tua, ataupun orang yang dihormati sebagai bentuk penghormatan atau yang biasa masyarakat Madura sebut sebagai songkeman. Dari tradisi songkeman ini lah masakan yang berbahan bebek ini memiliki nama Bebek Songkem. Penamaan Songkem juga disebutkan karena bentuk bebek yang disajikan dengan kepala bebek menunduk seperti sedang songkeman kepada orang yang dihormati. Bebek Songkem tidak diolah dengan digoreng, melainkan dikukus dengan dibungkus daun pisang. Perut bebek dibelah kemudian diisi dengan palappa atau dalam Bahasa Madura berarti rempah-rempah. Rempah ini merupakan rempah khas Bebek Songkem yang cenderung pedas.[WPI-4423887]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Bebek Songkem merupakan masakan tradisional Madura dari Kabupaten Sampang. Bebek Songkem memiliki kandungan kolesterol yang rendah atau bisa dibilang jauh lebih sehat daripada olahan bebek goreng pada umumnya. Oleh sebab itu, sajian asli Madura ini merupakan salah satu masakan yang wajib dinikmati oleh para pecinta masakan bebek. Sejarah awal Bebek Songkem ini tidak lepas dari tradisi keagamaan Islam di Sampang. Awalnya, saat hari raya Idul Fitri, masyarakat Kabupaten Sampang menyiapkan sajian ini saat bertamu kepada kiai, guru, orang tua, ataupun orang yang dihormati sebagai bentuk penghormatan atau yang biasa masyarakat Madura sebut sebagai songkeman. Dari tradisi songkeman ini lah masakan yang berbahan bebek ini memiliki nama Bebek Songkem. Penamaan Songkem juga disebutkan karena bentuk bebek yang disajikan dengan kepala bebek menunduk seperti sedang songkeman kepada orang yang dihormati. Bebek Songkem tidak diolah dengan digoreng, melainkan dikukus dengan dibungkus daun pisang. Perut bebek dibelah kemudian diisi dengan palappa atau dalam Bahasa Madura berarti rempah-rempah. Rempah ini merupakan rempah khas Bebek Songkem yang cenderung pedas.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4423887 · Kontributor Wikipedia
Bebek Songkem — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29333801, 2026-06-10T20:27:12Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.