Blendung jagung
Blendung jagung adalah jajanan tradisional yang berasal dari daerah Tegal.
Ringkasan merujuk ke Blendung jagung — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Nama lain: Jagung Pipil , Blendhuk
Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004653297- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Indonesia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Jawa Tengah. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Blendung jagung adalah jajanan tradisional yang berasal dari daerah Tegal. Blendung jagung atau jagung pipil adalah camilan yang dibuat dari biji jagung yang telah dilepaskan dari bonggolnya (dipipil), lalu direbus sampai empuk. Jajanan ini tergolong langka dan hanya dapat ditemukan di beberapa pasar yang menjual kue-kue atau makanan tradisional. Hidangan blendung jagung disajikan secara tradisional dengan alas daun pisang, diperkaya dengan kelapa parut dan gula aren sebagai pelengkap. Keseimbangan rasa manis dan gurih dari perpaduan ini menjadikan cita rasa blendung jagung begitu khas. Proses pembuatan Blendung Jagung tidaklah rumit. Bahan baku utamanya adalah jagung muda yang segar. Jagung dipisahkan dari batangnya, dicuci, kemudian direbus. Tahap perebusan merupakan faktor penentu dalam menghasilkan tekstur Blendung Jagung yang lembut. Perebusan dilakukan sampai jagung benar-benar lunak, memastikan kemudahan dalam mengonsumsi serta menghasilkan rasa manis alami.[WPI-4653297]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Jawa Tengah. Penyajian: Disajikan hangat di atas daun pisang. Komponen yang dicatat: Jagung.[WPI-4653297]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Jagung.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Blendung jagung adalah jajanan tradisional yang berasal dari daerah Tegal. Blendung jagung atau jagung pipil adalah camilan yang dibuat dari biji jagung yang telah dilepaskan dari bonggolnya (dipipil), lalu direbus sampai empuk. Jajanan ini tergolong langka dan hanya dapat ditemukan di beberapa pasar yang menjual kue-kue atau makanan tradisional. Hidangan blendung jagung disajikan secara tradisional dengan alas daun pisang, diperkaya dengan kelapa parut dan gula aren sebagai pelengkap. Keseimbangan rasa manis dan gurih dari perpaduan ini menjadikan cita rasa blendung jagung begitu khas. Proses pembuatan Blendung Jagung tidaklah rumit. Bahan baku utamanya adalah jagung muda yang segar. Jagung dipisahkan dari batangnya, dicuci, kemudian direbus. Tahap perebusan merupakan faktor penentu dalam menghasilkan tekstur Blendung Jagung yang lembut. Perebusan dilakukan sampai jagung benar-benar lunak, memastikan kemudahan dalam mengonsumsi serta menghasilkan rasa manis alami.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4653297 · Kontributor Wikipedia
Blendung jagung — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Proses Pembuatan Blendung Jagung; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28772030, 2026-01-02T20:39:04Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.