Brengkes Udang Tempoyak
Brengkes Udang Tempoyak adalah salah satu hidangan tradisional yang berkembang di wilayah Sumatra bagian selatan, terutama di Palembang dan daerah sekitarnya.
Ringkasan merujuk ke Brengkes Udang Tempoyak — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004666908- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Brengkes Udang Tempoyak adalah salah satu hidangan tradisional yang berkembang di wilayah Sumatra bagian selatan, terutama di Palembang dan daerah sekitarnya. Masakan ini memadukan hasil perairan tawar yaitu udang dengan tempoyak sebagai bahan fermentasi khas berbahan dasar durian. Istilah brengkes merujuk pada teknik memasak dengan cara membungkus bahan menggunakan daun pisang sebelum dikukus atau dipanggang. Teknik tersebut telah lama digunakan oleh masyarakat lokal sebagai metode memasak yang mempertahankan aroma dan rasa alami bahan. Tempoyak adalah hasil fermentasi daging buah durian matang yang diberi sedikit garam dan disimpan dalam kondisi tertutup selama beberapa hari. Proses fermentasi ini menghasilkan cita rasa asam yang kuat serta aroma khas yang menjadi ciri utama tempoyak. Dalam budaya Melayu, tempoyak berfungsi sebagai cara tradisional untuk memperpanjang masa simpan durian sekaligus sebagai bahan pelengkap dalam berbagai hidangan. Penggunaan tempoyak pada Brengkes Udang menunjukkan pemanfaatan fermentasi sebagai penyeimbang rasa antara protein hewani dan komponen asam.[WPI-4666908]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Brengkes Udang Tempoyak adalah salah satu hidangan tradisional yang berkembang di wilayah Sumatra bagian selatan, terutama di Palembang dan daerah sekitarnya. Masakan ini memadukan hasil perairan tawar yaitu udang dengan tempoyak sebagai bahan fermentasi khas berbahan dasar durian. Istilah brengkes merujuk pada teknik memasak dengan cara membungkus bahan menggunakan daun pisang sebelum dikukus atau dipanggang. Teknik tersebut telah lama digunakan oleh masyarakat lokal sebagai metode memasak yang mempertahankan aroma dan rasa alami bahan. Tempoyak adalah hasil fermentasi daging buah durian matang yang diberi sedikit garam dan disimpan dalam kondisi tertutup selama beberapa hari. Proses fermentasi ini menghasilkan cita rasa asam yang kuat serta aroma khas yang menjadi ciri utama tempoyak. Dalam budaya Melayu, tempoyak berfungsi sebagai cara tradisional untuk memperpanjang masa simpan durian sekaligus sebagai bahan pelengkap dalam berbagai hidangan. Penggunaan tempoyak pada Brengkes Udang menunjukkan pemanfaatan fermentasi sebagai penyeimbang rasa antara protein hewani dan komponen asam.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4666908 · Kontributor Wikipedia
Brengkes Udang Tempoyak — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Tempoyak sebagai bahan fermentasi tradisional; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29489385, 2026-07-23T21:34:20Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.