Bubur Suro
Bubur Suro adalah makanan khas yang disajikan masyarakat pada saat menyambut datangnya bulan Muharram (tahun baru Islam).
Ringkasan merujuk ke Bubur Suro — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004647033- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Bubur Suro adalah makanan khas yang disajikan masyarakat pada saat menyambut datangnya bulan Muharram (tahun baru Islam). Masyarakat Jawa mengenal bulan Muharram dengan sebutan 1 Suro. Tradisi ini banyak dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa, Madura, Sunda, Banjar, dan Minangkabau, dengan bentuk dan simbolisme yang bisa berbeda-beda. Secara umum, makanan suro dibuat sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan untuk mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam. Jenisnya bisa berupa bubur Asyura, bubur merah-putih, jenang suro, atau bubur lengkap dengan sayuran dan lauk, tergantung tradisi masing-masing daerah. Selain sebagai simbol spiritual, pembuatan makanan suro juga menekankan nilai kebersamaan karena biasanya dimasak dan dibagikan bersama kepada tetangga dan keluarga. Pembuatan makanan ini menjadi cara untuk mengingat berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti kisah Nabi Nuh setelah banjir besar atau perjalanan Nabi Musa, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk hidangan khas yang sarat makna.[WPI-4647033]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Bubur Suro adalah makanan khas yang disajikan masyarakat pada saat menyambut datangnya bulan Muharram (tahun baru Islam). Masyarakat Jawa mengenal bulan Muharram dengan sebutan 1 Suro. Tradisi ini banyak dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa, Madura, Sunda, Banjar, dan Minangkabau, dengan bentuk dan simbolisme yang bisa berbeda-beda. Secara umum, makanan suro dibuat sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan untuk mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam. Jenisnya bisa berupa bubur Asyura, bubur merah-putih, jenang suro, atau bubur lengkap dengan sayuran dan lauk, tergantung tradisi masing-masing daerah. Selain sebagai simbol spiritual, pembuatan makanan suro juga menekankan nilai kebersamaan karena biasanya dimasak dan dibagikan bersama kepada tetangga dan keluarga. Pembuatan makanan ini menjadi cara untuk mengingat berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti kisah Nabi Nuh setelah banjir besar atau perjalanan Nabi Musa, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk hidangan khas yang sarat makna.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4647033 · Kontributor Wikipedia
Bubur Suro — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28690844, 2025-12-12T08:45:21Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.