Cao (makanan)
Cao (Bahasa Makassar dan Bugis: ᨌᨕᨚ ) adalah makanan tradisional khas suku Bugis dan suku Makassar, terutama di wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Ringkasan merujuk ke Cao (makanan) — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004282282- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Cao (Bahasa Makassar dan Bugis: ᨌᨕᨚ ) adalah makanan tradisional khas suku Bugis dan suku Makassar, terutama di wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Makanan ini dihasilkan dari proses fermentasi ragi dengan beberapa bahan tradisional yang disimpan dalam botol. Biasanya yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah ikan kecil atau udang yang difermentasi dengan ragi saccharomyces dan disimpan dalam botol yang lamanya sekitar 3 sampai 7 hari. Setelah proses fermentasi selesai, biasanya makanan ini berubah menjadi warna merah jambu, karena warna udang yang terfermentasi dengan baik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cao berasal dari lema bahasa Makassar yang didefinisikan sebagai ikan kecil yang diawetkan dalam botol dengan menggunakan garam dan pengawet kemudian diberi pewarna. Cao dalam botol dapat bertahan dan awet sampai tiga bulan jika disimpan di dalam kulkas atau tertutup rapat dalam suhu yang tetap normal.[WPI-4282282]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Cao (Bahasa Makassar dan Bugis : ᨌᨕᨚ ) adalah makanan tradisional khas suku Bugis dan suku Makassar, terutama di wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Makanan ini dihasilkan dari proses fermentasi ragi dengan beberapa bahan tradisional yang disimpan dalam botol. Biasanya yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah ikan kecil atau udang yang difermentasi dengan ragi saccharomyces dan disimpan dalam botol yang lamanya sekitar 3 sampai 7 hari. Setelah proses fermentasi selesai, biasanya makanan ini berubah menjadi warna merah jambu, karena warna udang yang terfermentasi dengan baik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cao berasal dari lema bahasa Makassar yang didefinisikan sebagai ikan kecil yang diawetkan dalam botol dengan menggunakan garam dan pengawet kemudian diberi pewarna. Cao dalam botol dapat bertahan dan awet sampai tiga bulan jika disimpan di dalam kulkas atau tertutup rapat dalam suhu yang tetap normal.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4282282 · Kontributor Wikipedia
Cao (makanan) — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 27344582, 2025-06-01T06:25:43Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.