Dengke mas naniura
Dengke mas naniura adalah hidangan tradisional masyarakat Batak Toba.
Ringkasan merujuk ke Dengke mas naniura — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010001079190- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Dengke mas naniura adalah hidangan tradisional masyarakat Batak Toba. Dahulu, masakan naniura dikhususkan untuk raja saja, tetapi karena rasanya yang enak, semua orang-orang Batak ingin menyantap dan membuatnya. Dengke naniura awalnya menggunakan ihan atau semah yang merupakan salah satu ikan endemik Danau Toba. Namun, karena ihan mulai susah dijumpai, digantikan dengan ikan-ikan lain. Ikan yang sering dijadikan naniura saat ini adalah ikan mas. Hidangan ini dikenal sebagai dengan makanan yang tidak dimasak, direbus, digoreng, atau tanpa menggunakan api. Naniura dalam bahasa Batak berarti ikan yang tidak dimasak melalui api. Ikan naniura dimasak oleh fermentasi bumbu utama yakni asam batak seperti utte sira, atau asam jungga; bisa juga menggunakan kecombrang. Rasa makanan ini seperti ikan segar tetapi tanpa bau amis. Naniura menjadi enak karena bumbu-bumbu khas yang terdapat di dalamnya; termasuk andaliman. Sebelumnya bumbu-bumbu sudah disangrai dan digiling bersama lalu dioleskan pada ikan. Untuk mendapatkan hidangan naniura dibutuhkan waktu kira-kira 5 jam. Ikan naniura mirip dengan masakan Jepang, seperti sashimi dan ceviche dari Peru.[WPI-1079190]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Dengke mas naniura adalah hidangan tradisional masyarakat Batak Toba. Dahulu, masakan naniura dikhususkan untuk raja saja, tetapi karena rasanya yang enak, semua orang-orang Batak ingin menyantap dan membuatnya. Dengke naniura awalnya menggunakan ihan atau semah yang merupakan salah satu ikan endemik Danau Toba. Namun, karena ihan mulai susah dijumpai, digantikan dengan ikan-ikan lain. Ikan yang sering dijadikan naniura saat ini adalah ikan mas. Hidangan ini dikenal sebagai dengan makanan yang tidak dimasak, direbus, digoreng, atau tanpa menggunakan api. Naniura dalam bahasa Batak berarti ikan yang tidak dimasak melalui api. Ikan naniura dimasak oleh fermentasi bumbu utama yakni asam batak seperti utte sira, atau asam jungga; bisa juga menggunakan kecombrang. Rasa makanan ini seperti ikan segar tetapi tanpa bau amis. Naniura menjadi enak karena bumbu-bumbu khas yang terdapat di dalamnya; termasuk andaliman. Sebelumnya bumbu-bumbu sudah disangrai dan digiling bersama lalu dioleskan pada ikan. Untuk mendapatkan hidangan naniura dibutuhkan waktu kira-kira 5 jam. Ikan naniura mirip dengan masakan Jepang, seperti sashimi dan ceviche dari Peru.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-1079190 · Kontributor Wikipedia
Dengke mas naniura — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 30006528, 2026-09-30T08:50:47Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.