Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Gulai belacan

Gulai Belacan adalah hidangan khas dari Riau.

Ringkasan merujuk ke Gulai belacan — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010004295291
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Gulai Belacan adalah hidangan khas dari Riau. Gulai Belacan juga dikenal dengan nama Gulai Cincang. Gulai Belacan memiliki ciri khas tersendiri yang kaya akan rempah-rempah dan rasa yang unik karena dibuat dengan tambahan bumbu belacan atau yang disebut juga dengan nama terasi. Gulai belacan merupakan makanan istimewa di masyarakat Riau karena sering di masak pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, acara adat dan hari besar keagamaan. Gulai Belacan menggunakan bahan utama berupa ikan yang dicincang dengan jenis ikan antara lain: ikan patin, ikan baung dan ikan lainnya yang bertekstur daging lembut yang dapat menyerap bumbu dengan lebih baik. Namun dalam perkembangannya saat ini, masyarakat mulai mengganti bahan-bahan utama lainnya pada Gulai Belacan, seperti daging sapi, ayam dan udang. Bahkan Gulai Belacan dapat dinikmati tidak hanya dengan nasi ataupun ketupat, tetapi juga dengan roti. Rempah-rempah yang memperkaya rasa pada gulai belacan antara lain adalah baawang merah, bawang putih, kunyit, daun kunyit, jahe, dan lengkuas. Untuk menambah kesegaran rasa gulai, biasanya ditambahkan daun kemangi di dalam kuah gulai.[WPI-4295291]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Gulai Belacan adalah hidangan khas dari Riau. Gulai Belacan juga dikenal dengan nama Gulai Cincang. Gulai Belacan memiliki ciri khas tersendiri yang kaya akan rempah-rempah dan rasa yang unik karena dibuat dengan tambahan bumbu belacan atau yang disebut juga dengan nama terasi. Gulai belacan merupakan makanan istimewa di masyarakat Riau karena sering di masak pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, acara adat dan hari besar keagamaan. Gulai Belacan menggunakan bahan utama berupa ikan yang dicincang dengan jenis ikan antara lain: ikan patin, ikan baung dan ikan lainnya yang bertekstur daging lembut yang dapat menyerap bumbu dengan lebih baik. Namun dalam perkembangannya saat ini, masyarakat mulai mengganti bahan-bahan utama lainnya pada Gulai Belacan, seperti daging sapi, ayam dan udang. Bahkan Gulai Belacan dapat dinikmati tidak hanya dengan nasi ataupun ketupat, tetapi juga dengan roti. Rempah-rempah yang memperkaya rasa pada gulai belacan antara lain adalah baawang merah, bawang putih, kunyit, daun kunyit, jahe, dan lengkuas. Untuk menambah kesegaran rasa gulai, biasanya ditambahkan daun kemangi di dalam kuah gulai.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-4295291 · Kontributor Wikipedia

      Gulai belacan — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 29339349, 2026-06-12T22:13:58Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.