Ilabulo
Ilabulo merupakan salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi, Indonesia sejak abad ke-15.
Ringkasan merujuk ke Ilabulo — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010003620832- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Indonesia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Gorontalo. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Ilabulo merupakan salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi, Indonesia sejak abad ke-15. Bagi masyarakat Gorontalo, Ilabulo merupakan sajian tradisional yang melambangkan persatuan dan kesatuan di antara perbedaan. Selain menjadi sajian yang umum ditemukan di Gorontalo, Ilabulo juga dapat dijadikan oleh-oleh yang tahan selama 3 hari jika disimpan di lemari pendingin. Tepung sagu, hati dan ampela ayam atau sapi, dan kulit ayam merupakan bahan baku utama ilabulo. Bumbu–bumbu yang ditambahkan pada produk ilabulo berupa garam, bawang putih, bawang merah, lada, cabe rawit, gula, dan santan. Adonan terdiri dari tepung sagu, jeroan (hati dan ampela), dan kulit ayam. Sebagai tambahan variasi, kadang juga ditambahkan dengan telur puyuh rebus, dan lemak sapi. Adapun bumbu pedas dan daun pisang yang digunakan untuk membungkus adonan menghasilkan Ilabulo dengan aroma yang khas dan rasa yang gurih.[WPI-3620832]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Gorontalo. Konteks sajian: Makanan utama. Penyajian: Hangat. Komponen yang dicatat: Lemak, Hati, Ampela, Kulit Ayam beserta telur burung puyuh yang dicampur dengan sagu, kemudian dikukus atau dibakar.[WPI-3620832]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Lemak, Hati, Ampela, Kulit Ayam beserta telur burung puyuh yang dicampur dengan sagu, kemudian dikukus atau dibakar.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Ilabulo merupakan salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi, Indonesia sejak abad ke-15. Bagi masyarakat Gorontalo, Ilabulo merupakan sajian tradisional yang melambangkan persatuan dan kesatuan di antara perbedaan. Selain menjadi sajian yang umum ditemukan di Gorontalo, Ilabulo juga dapat dijadikan oleh-oleh yang tahan selama 3 hari jika disimpan di lemari pendingin. Tepung sagu, hati dan ampela ayam atau sapi, dan kulit ayam merupakan bahan baku utama ilabulo. Bumbu–bumbu yang ditambahkan pada produk ilabulo berupa garam, bawang putih, bawang merah, lada, cabe rawit, gula, dan santan. Adonan terdiri dari tepung sagu, jeroan (hati dan ampela), dan kulit ayam. Sebagai tambahan variasi, kadang juga ditambahkan dengan telur puyuh rebus, dan lemak sapi. Adapun bumbu pedas dan daun pisang yang digunakan untuk membungkus adonan menghasilkan Ilabulo dengan aroma yang khas dan rasa yang gurih.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-3620832 · Kontributor Wikipedia
Ilabulo — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan Baku dan Cara Pengolahan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29100295, 2026-04-04T00:41:54Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.