Kupat keteg
Kupat keteg adalah makanan khas Gresik yang terbuat dari beras ketan.
Ringkasan merujuk ke Kupat keteg — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Nama lain: Kupat kheteg, kupat lanthung, Ketupat ketan khas Giri | country = Indonesia | region = Gresik | creator = | type = Hidangan utama''
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004686533- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Kupat keteg adalah makanan khas Gresik yang terbuat dari beras ketan. Tak lazim, kupat ini unik karena penggunaan air endapan minyak mentah bercorak kehijau-hijauan atau kuning keemasan yang bersumber dari sumur di Desa Giri. Kupat ini juga sering menjadi favorit pada peziarah di makan Sunan Giri. Kupat ini dikategorikan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan (WBTB). Kupat keteg terkenal karena kegurihannya. Sumber air keteg berdekatan dengan makam Dewi Sekardadu. Kupat keteg dibuat dengan bahan utama berupa beras ketan. Dalam proses pembuatannya digunakan air keteg, yakni air endapan minyak mentah yang berasal dari sumur tua di kawasan Bukit Giri, serta pembungkus dari daun janur atau daun gebang. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dan dimasak selama kurang lebih empat jam. Bahan tersebut kemudian diolah hingga lamanya empat jam. Kupat ini dapat bertahan hingga 15 hari walau tanpa pengawet. Selain daun janur/gebang, kupat tersebut dapat dibuat menggunakan bungkus daun lontar.[WPI-4686533]
Catatan dari sumber
Konteks sajian: Makanan tradisional. Penyajian: Hangat atau suhu ruangan. Komponen yang dicatat: Beras ketan, Air keteg, Daun janur.[WPI-4686533]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Beras ketan, Air keteg, Daun janur.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Kupat keteg adalah makanan khas Gresik yang terbuat dari beras ketan. Tak lazim, kupat ini unik karena penggunaan air endapan minyak mentah bercorak kehijau-hijauan atau kuning keemasan yang bersumber dari sumur di Desa Giri. Kupat ini juga sering menjadi favorit pada peziarah di makan Sunan Giri. Kupat ini dikategorikan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan (WBTB). Kupat keteg terkenal karena kegurihannya. Sumber air keteg berdekatan dengan makam Dewi Sekardadu. Kupat keteg dibuat dengan bahan utama berupa beras ketan. Dalam proses pembuatannya digunakan air keteg, yakni air endapan minyak mentah yang berasal dari sumur tua di kawasan Bukit Giri, serta pembungkus dari daun janur atau daun gebang. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dan dimasak selama kurang lebih empat jam. Bahan tersebut kemudian diolah hingga lamanya empat jam. Kupat ini dapat bertahan hingga 15 hari walau tanpa pengawet. Selain daun janur/gebang, kupat tersebut dapat dibuat menggunakan bungkus daun lontar.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4686533 · Kontributor Wikipedia
Kupat keteg — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan dan Proses Pembuatan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29361115, 2026-06-18T13:24:48Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.