Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Legomoro

Legomoro adalah makanan khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari ketan, daging ayam, dan dibungkus daun pisang, mirip dengan lemper, tetapi cara membungkusnya berbeda.

Ringkasan merujuk ke Legomoro — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010004461737
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Legomoro adalah makanan khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari ketan, daging ayam, dan dibungkus daun pisang, mirip dengan lemper, tetapi cara membungkusnya berbeda. Legomoro dibungkus daun pisang dan diikat dengan tali bambu yang disebut tutus, biasanya dua hingga tiga tutus. Nama "legomoro" berasal dari bahasa Jawa, "lego" yang berarti lega dan "moro" yang berarti datang, sehingga secara keseluruhan bermakna "kedatangan yang membawa kelegaan". Pada proses pengolahan beras ketan, diperlukan tahap pendahuluan berupa perendaman dalam air. Perendaman ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pemasakan, melunakkan lapisan luar biji ketan, serta menghasilkan tekstur yang lebih legit. Selain beras ketan, bahan cair juga memegang peranan penting dalam pembuatan legomoro. Cairan yang digunakan terdiri dari santan, dengan takaran air dan kelapa yang disesuaikan agar santan yang dihasilkan lebih maksimal. Misalnya, untuk resep dengan kebutuhan santan 150 cc, digunakan air sebanyak 100 cc, mengingat kandungan air alami dari kelapa sebesar kurang lebih 50 cc.[WPI-4461737]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Legomoro adalah makanan khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari ketan, daging ayam, dan dibungkus daun pisang, mirip dengan lemper, tetapi cara membungkusnya berbeda. Legomoro dibungkus daun pisang dan diikat dengan tali bambu yang disebut tutus, biasanya dua hingga tiga tutus. Nama "legomoro" berasal dari bahasa Jawa, "lego" yang berarti lega dan "moro" yang berarti datang, sehingga secara keseluruhan bermakna "kedatangan yang membawa kelegaan". Pada proses pengolahan beras ketan, diperlukan tahap pendahuluan berupa perendaman dalam air. Perendaman ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pemasakan, melunakkan lapisan luar biji ketan, serta menghasilkan tekstur yang lebih legit. Selain beras ketan, bahan cair juga memegang peranan penting dalam pembuatan legomoro. Cairan yang digunakan terdiri dari santan, dengan takaran air dan kelapa yang disesuaikan agar santan yang dihasilkan lebih maksimal. Misalnya, untuk resep dengan kebutuhan santan 150 cc, digunakan air sebanyak 100 cc, mengingat kandungan air alami dari kelapa sebesar kurang lebih 50 cc.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-4461737 · Kontributor Wikipedia

      Legomoro — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 28950719, 2026-02-11T12:03:03Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.