Narutomaki
Narutomaki atau naruto adalah sejenis kamaboko, atau surimi yang diproduksi di Jepang.
Ringkasan merujuk ke Narutomaki — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:128748592- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Jepang
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Japan; Wilayah menurut sumber: East Asia. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 2 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Narutomaki atau naruto adalah sejenis kamaboko, atau surimi yang diproduksi di Jepang. Setiap potong naruto memiliki sebuah pola spiral merah muda atau merah, yang menyerupai pusaran air Naruto di Selat Naruto antara Pulau Awaji dan Shikoku di Jepang. Hal ini juga menjadi inspirasi untuk nama karakter seri manga populer karya Masashi Kishimoto, yaitu Naruto.[WPI-1663904]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Japan. Wilayah menurut sumber: East Asia. Kategori menurut sumber: Kamaboko. Komponen yang dicatat: Surimi (ground fish).[WP-28748592]
Bahan menurut versi sumber
Komponen menurut sumber (istilah asli): Surimi (ground fish).
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Inggris
Narutomaki or naruto is a type of kamaboko, or cured fish surimi produced in Japan. Each cloud-shaped slice of naruto has a pink or red spiral pattern, which is meant to resemble the Naruto whirlpools in the Naruto Strait between Awaji Island and Naruto, Tokushima Prefecture on Shikoku Island in Japan. Naruto is a common topping on Japanese noodles such as ramen and udon. In some regions of Japan, it is also used in oden and nimono. Kamaboko has been known in Japan from at least 1115 CE; it spread among commoners during the Edo period (1600–1867). In 1823, steamed surimi with a spiral pattern was invented and named "naruto kamaboko", as opposed to "mushi kamaboko", which is now known as kamaboko proper. It became a common ingredient in ramen in the 20th century. In the 1960s, hydrogen peroxide was used for bleaching the white surimi in commercially produced narutomaki, leading to public health concerns.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WP-28748592 · Kontributor Wikipedia
Narutomaki — Wikipedia bahasa Inggris
Diadaptasi dari bagian pembuka dan ringkasan fakta artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 1360674207, 2026-06-22T22:48:53Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.
- WPI-1663904 · Kontributor Wikipedia
Narutomaki — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian pembuka artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29858098, 2026-09-17T23:52:00Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.