Nasi tumpang
Nasi tumpang adalah makanan khas daerah eks Kerajaan Mataram Islam yang terdiri atas nasi dengan kuah berupa sambal tumpang.
Ringkasan merujuk ke Nasi tumpang — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010000064208- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Nasi tumpang adalah makanan khas daerah eks Kerajaan Mataram Islam yang terdiri atas nasi dengan kuah berupa sambal tumpang. Hidangan ini menyebar di daerah mataraman seperti jawa timur sebelah barat (Ngawi) dan jawa tengah sebelah timur (surakarta, sragen). Kuliner ini disajikan bersama aneka sayur rebus, biasanya dilengkapi sambal pecel dan rempeyek. Sambal tumpang yang digunakan merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dengan diberi bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, kemiri, kencur, daun jeruk purut, daun salam, laos, santan, dan tepung beras, dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer. Nasi tumpang telah ada sejak zaman kerajaan Nusantara dan sudah tercatat sejak dua abad yang lalu. Hal ini terlihat dibuktikan dengan adanya bukti dari Serat Centini (1814-1823). Peninggalan tersebut menceritakan mengenai banyak tokoh masyarakat yang melakukan perjalanan mengelilingi desa-desa di daerah Jawa dengan masuk berbagai perkampungan pada zaman dahulu. Perjalanan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan termasuk tentang kuliner.[WPI-64208]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Nasi tumpang adalah makanan khas daerah eks Kerajaan Mataram Islam yang terdiri atas nasi dengan kuah berupa sambal tumpang. Hidangan ini menyebar di daerah mataraman seperti jawa timur sebelah barat (Ngawi) dan jawa tengah sebelah timur (surakarta, sragen). Kuliner ini disajikan bersama aneka sayur rebus, biasanya dilengkapi sambal pecel dan rempeyek. Sambal tumpang yang digunakan merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dengan diberi bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, kemiri, kencur, daun jeruk purut, daun salam, laos, santan, dan tepung beras, dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer. Nasi tumpang telah ada sejak zaman kerajaan Nusantara dan sudah tercatat sejak dua abad yang lalu. Hal ini terlihat dibuktikan dengan adanya bukti dari Serat Centini (1814-1823). Peninggalan tersebut menceritakan mengenai banyak tokoh masyarakat yang melakukan perjalanan mengelilingi desa-desa di daerah Jawa dengan masuk berbagai perkampungan pada zaman dahulu. Perjalanan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan termasuk tentang kuliner.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-64208 · Kontributor Wikipedia
Nasi tumpang — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29157331, 2026-04-23T13:30:12Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.