Pandap
Pendap atau pandap, juga dikenal dengan nama batutuk atau babutuk, adalah makanan tradisional berbahan dasar ikan yang berkembang di Bengkulu dan wilayah pesisir barat Lampung.
Ringkasan merujuk ke Pandap — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Nama lain: Pandap; Batutuk; Babutuk
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004658134- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Indonesia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Bengkulu dan Lampung. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Pendap atau pandap, juga dikenal dengan nama batutuk atau babutuk, adalah makanan tradisional berbahan dasar ikan yang berkembang di Bengkulu dan wilayah pesisir barat Lampung. Hidangan ini dibuat dengan ikan yang dibumbui dan dicampur dengan kelapa parut serta rempah-rempah, kemudian dibungkus dengan daun talas atau daun bebat dan dilapisi daun pisang sebelum dimasak dalam waktu lama. Di Bengkulu, Pendap dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional daerah dan berkembang sebagai lauk serta produk pangan yang diperdagangkan. Dalam sejumlah sumber mengenai masyarakat Krui, Pesisir Barat, dan Lampung Barat, hidangan yang serupa disebut pandap atau batutuk. Bahan utama Pendap adalah ikan. Jenis ikan yang digunakan dapat berbeda menurut daerah dan ketersediaan bahan. Sumber mengenai Pendap di Bengkulu menyebut penggunaan ikan laut, termasuk ikan kakap dan kembung.[WPI-4658134]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Bengkulu dan Lampung. Konteks sajian: Lauk. Penyajian: Panas. Komponen yang dicatat: Ikan, kelapa parut, rempah-rempah, daun talas atau daun bebat, dan daun pisang.[WPI-4658134]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Ikan, kelapa parut, rempah-rempah, daun talas atau daun bebat, dan daun pisang.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Pendap atau pandap, juga dikenal dengan nama batutuk atau babutuk, adalah makanan tradisional berbahan dasar ikan yang berkembang di Bengkulu dan wilayah pesisir barat Lampung. Hidangan ini dibuat dengan ikan yang dibumbui dan dicampur dengan kelapa parut serta rempah-rempah, kemudian dibungkus dengan daun talas atau daun bebat dan dilapisi daun pisang sebelum dimasak dalam waktu lama. Di Bengkulu, Pendap dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional daerah dan berkembang sebagai lauk serta produk pangan yang diperdagangkan. Dalam sejumlah sumber mengenai masyarakat Krui, Pesisir Barat, dan Lampung Barat, hidangan yang serupa disebut pandap atau batutuk. Bahan utama Pendap adalah ikan. Jenis ikan yang digunakan dapat berbeda menurut daerah dan ketersediaan bahan. Sumber mengenai Pendap di Bengkulu menyebut penggunaan ikan laut, termasuk ikan kakap dan kembung.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4658134 · Kontributor Wikipedia
Pandap — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29757403, 2026-09-14T13:54:52Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.