Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan · Indonesia

Putri keraton

Putri Keraton adalah kue tradisional yang diperkenalkan berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ringkasan merujuk ke Putri keraton — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar Putri keraton
Gambar Putri keraton dari Wikimedia Commons. Volstand · CC BY-SA 4.0 · Volstand

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010004387403
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Indonesia
Catatan tempat
Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Kalimantan Selatan. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Putri Keraton adalah kue tradisional yang diperkenalkan berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kue ini termasuk dalam kategori kue basah dan terdapat dua jenis berdasarkan cara mengolahnya, dikukus dan dipanggang. Bahan utama pembuatan kue ini menggunakan biskuit untuk lapisan bawahnya sehingga teksturnya akan kering, berlainan antara lapisan atasnya yang lembut. Bahan yang digunakan untuk membuat kue Putri Keraton adalah telur, biskuit, susu kental manis, susu cair, mentega dan air secukupnya. Adapun proses pembuatannya, dengan cara memisahkan putih dan kuning telur duluan. Selanjutnya adalah merendam biskuit di dalam air dan menyiapkan adonan pertama dari kuning telur yang dicampur dengan mentega hingga lembut. Setelahnya, berturut-turut dimasukkan susu dan susu cair hingga tercampur semua. Berikutnya, akan ditambahkan biskuit yang sudah hancur di awal tadi.[WPI-4387403]

Catatan dari sumber

Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Kalimantan Selatan. Penyajian: hangat. Komponen yang dicatat: Telur, Susu, Biskuit.[WPI-4387403]

Bahan menurut versi sumber

Komponen pada versi sumber (istilah asli): Telur, Susu, Biskuit.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Putri Keraton adalah kue tradisional yang diperkenalkan berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kue ini termasuk dalam kategori kue basah dan terdapat dua jenis berdasarkan cara mengolahnya, dikukus dan dipanggang. Bahan utama pembuatan kue ini menggunakan biskuit untuk lapisan bawahnya sehingga teksturnya akan kering, berlainan antara lapisan atasnya yang lembut. Bahan yang digunakan untuk membuat kue Putri Keraton adalah telur, biskuit, susu kental manis, susu cair, mentega dan air secukupnya. Adapun proses pembuatannya, dengan cara memisahkan putih dan kuning telur duluan. Selanjutnya adalah merendam biskuit di dalam air dan menyiapkan adonan pertama dari kuning telur yang dicampur dengan mentega hingga lembut. Setelahnya, berturut-turut dimasukkan susu dan susu cair hingga tercampur semua. Berikutnya, akan ditambahkan biskuit yang sudah hancur di awal tadi.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-4387403 · Kontributor Wikipedia

      Putri keraton — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan dan pembuatan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 29728323, 2026-09-09T00:04:23Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.