Roti kembang waru
Roti Kembang Waru adalah salah satu makanan tradisional khas dari Kotagede, Yogyakarta.
Ringkasan merujuk ke Roti kembang waru — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004306019- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Roti Kembang Waru adalah salah satu makanan tradisional khas dari Kotagede, Yogyakarta. Roti ini terus berkembang sejak abad ke 16 an di Kotagede Yogyakarta. Nama kembang waru berasal dari bentuknya yang menyerupai bunga waru, dengan delapan kelopak yang menonjol. Roti ini biasanya memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis, dengan aroma khas dari bahan-bahan tradisional yang digunakan. Roti Kembang Waru sering dijadikan oleh-oleh khas dari Kotagede dan juga disajikan pada acara-acara tertentu seperti hajatan atau upacara adat. Proses pembuatannya melibatkan penggunaan bahan-bahan seperti tepung terigu, telur, gula, santan, dan ragi, yang kemudian dipanggang menggunakan pemanggang tradisonal hingga matang. Makanan ini tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Jika berkunjung ke Kotagede, Roti Kembang Waru adalah salah satu kuliner yang wajib dicoba. Salah satu tempat yang terkenal dengan pusat oleh-oleh khas Kotagede ini adalah Kipowaru. Filosofi 8 Konsep Kepemimpinan yang tecermin dari Roti Kembang Waru atau dikenal dengan konsep kepemimpinan Asta Brata.[WPI-4306019]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Roti Kembang Waru adalah salah satu makanan tradisional khas dari Kotagede, Yogyakarta. Roti ini terus berkembang sejak abad ke 16 an di Kotagede Yogyakarta. Nama kembang waru berasal dari bentuknya yang menyerupai bunga waru, dengan delapan kelopak yang menonjol. Roti ini biasanya memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis, dengan aroma khas dari bahan-bahan tradisional yang digunakan. Roti Kembang Waru sering dijadikan oleh-oleh khas dari Kotagede dan juga disajikan pada acara-acara tertentu seperti hajatan atau upacara adat. Proses pembuatannya melibatkan penggunaan bahan-bahan seperti tepung terigu, telur, gula, santan, dan ragi, yang kemudian dipanggang menggunakan pemanggang tradisonal hingga matang. Makanan ini tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Jika berkunjung ke Kotagede, Roti Kembang Waru adalah salah satu kuliner yang wajib dicoba. Salah satu tempat yang terkenal dengan pusat oleh-oleh khas Kotagede ini adalah Kipowaru. Filosofi 8 Konsep Kepemimpinan yang tecermin dari Roti Kembang Waru atau dikenal dengan konsep kepemimpinan Asta Brata.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4306019 · Kontributor Wikipedia
Roti kembang waru — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28921128, 2026-02-02T23:12:00Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.