Rujak cingur
Rujak cingur merupakan salah satu makanan tradisional dari Jawa Timur, terutama di daerah Arekan.
Ringkasan merujuk ke Rujak cingur — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010000051273- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Rujak cingur merupakan salah satu makanan tradisional dari Jawa Timur, terutama di daerah Arekan. Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, keberadaan rujak cingur di Kota Surabaya berawal pada 1930-an yang dibawa oleh pendatang dari Pulau Madura untuk bertahan hidup dengan berdagang kuliner yakni rujak cingur. Awalnya pedagang dari Madura menggunakan Petis ikan cakalang khas Madura, tetapi untuk menyesuaikan dengan lidah masyarakat Kota Surabaya yang mayoritas bersuku Jawa, jenis petis mengalami penyesuaian dengan menggunakan petis udang. Dalam bahasa Jawa, kata cingur berarti 'mulut' atau cengor dalam Bahasa Madura. Cingur merujuk pada bahan irisan hidung atau moncong sapi, yang setelah dibersihkan kemudian direbus, dipotong kecil-kecil, dan dicampurkan ke dalam hidangan sebagai komponen utama dari rujak cingur.[WPI-51273]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Rujak cingur merupakan salah satu makanan tradisional dari Jawa Timur, terutama di daerah Arekan. Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, keberadaan rujak cingur di Kota Surabaya berawal pada 1930-an yang dibawa oleh pendatang dari Pulau Madura untuk bertahan hidup dengan berdagang kuliner yakni rujak cingur. Awalnya pedagang dari Madura menggunakan Petis ikan cakalang khas Madura, tetapi untuk menyesuaikan dengan lidah masyarakat Kota Surabaya yang mayoritas bersuku Jawa, jenis petis mengalami penyesuaian dengan menggunakan petis udang. Dalam bahasa Jawa , kata cingur berarti 'mulut' atau cengor dalam Bahasa Madura. Cingur merujuk pada bahan irisan hidung atau moncong sapi, yang setelah dibersihkan kemudian direbus, dipotong kecil-kecil, dan dicampurkan ke dalam hidangan sebagai komponen utama dari rujak cingur.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-51273 · Kontributor Wikipedia
Rujak cingur — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Karakteristik; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 30068230, 2026-10-13T08:08:04Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.