Rujak juhi
Rujak juhi merupakan makanan khas Betawi yang dihasilkan dari perpaduan dua budaya Tionghoa dan Betawi.
Ringkasan merujuk ke Rujak juhi — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004192455- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Rujak juhi merupakan makanan khas Betawi yang dihasilkan dari perpaduan dua budaya Tionghoa dan Betawi. Juhi memiliki arti sotong atau cumi yang telah melalui proses fermentasi dan dikeringkan. Awalnya, bahan-bahan rujak di Indonesia didominasi oleh buah-buahan. Kemudian, masyarakat Tiongkok memperkenalkan mie, soun, dan bihun, serta sayur-sayuran jenis lokio, kecambah dan sawi. Rujak juhi diyakini merupakan variasi dari kuliner sayuran bernama troktok, dinamai demikian mengikuti suara bambu yang digunakan penjualnya untuk menarik perhatian pelanggan. Troktok terbuat dari kacang panjang yang dipotong pendek, kentang, juhi, mie, dan kol. Campuran tersebut dibumbui dengan cuka dan kacang. Variasi catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1960 rujak juhi merupakan makanan yang disukai masyarakat Tionghoa di wilayah Jakarta.[WPI-4192455]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Rujak juhi merupakan makanan khas Betawi yang dihasilkan dari perpaduan dua budaya Tionghoa dan Betawi. Juhi memiliki arti sotong atau cumi yang telah melalui proses fermentasi dan dikeringkan. Awalnya, bahan-bahan rujak di Indonesia didominasi oleh buah-buahan. Kemudian, masyarakat Tiongkok memperkenalkan mie, soun, dan bihun, serta sayur-sayuran jenis lokio, kecambah dan sawi. Rujak juhi diyakini merupakan variasi dari kuliner sayuran bernama troktok, dinamai demikian mengikuti suara bambu yang digunakan penjualnya untuk menarik perhatian pelanggan. Troktok terbuat dari kacang panjang yang dipotong pendek, kentang, juhi, mie, dan kol. Campuran tersebut dibumbui dengan cuka dan kacang. Variasi catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1960 rujak juhi merupakan makanan yang disukai masyarakat Tionghoa di wilayah Jakarta.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4192455 · Kontributor Wikipedia
Rujak juhi — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29388525, 2026-06-26T07:38:08Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.