Rujak petis
Rujak petis (carakan: ꦫꦸꦗꦏ꧀ꦥꦼꦠꦶꦱ꧀) sering pula hanya disebut sebagai rujak adalah salah satu makanan tradisional varian Rujak berasal dari wilayah Surabaya, Gresik, Mojokerto, Jombang, dan sekitarnya yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur.
Ringkasan merujuk ke Rujak petis — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010000051274- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Rujak petis (carakan: ꦫꦸꦗꦏ꧀ꦥꦼꦠꦶꦱ꧀) sering pula hanya disebut sebagai rujak adalah salah satu makanan tradisional varian Rujak berasal dari wilayah Surabaya, Gresik, Mojokerto, Jombang, dan sekitarnya yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, manas, tahu, tempe, kecambah/taoge, dan kangkung, terkadang juga cingur, atau kulit sapi untuk varian yang lebih ekonomis. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang klutuk muda, dan air. Selain itu ditambahkan potongan kulit sapi (cècèk) juga cingur atau hidung sapi. Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Petis Jawa memiliki karakteristik rasa lebih ringan ketimbang Petis Madura, berwarna coklat kehitaman dengan rasa cenderung manis. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.[WPI-51274]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Rujak petis (carakan: ꦫꦸꦗꦏ꧀ꦥꦼꦠꦶꦱ꧀) sering pula hanya disebut sebagai rujak adalah salah satu makanan tradisional varian Rujak berasal dari wilayah Surabaya, Gresik, Mojokerto, Jombang, dan sekitarnya yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, manas, tahu, tempe, kecambah/taoge, dan kangkung, terkadang juga cingur, atau kulit sapi untuk varian yang lebih ekonomis. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang klutuk muda, dan air. Selain itu ditambahkan potongan kulit sapi (cècèk) juga cingur atau hidung sapi. Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Petis Jawa memiliki karakteristik rasa lebih ringan ketimbang Petis Madura, berwarna coklat kehitaman dengan rasa cenderung manis. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-51274 · Kontributor Wikipedia
Rujak petis — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28938679, 2026-02-07T07:19:14Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.