Sikaporo
Sikaporo (aksara Lontara: ᨔᨗᨀᨄᨚᨑᨚ) adalah kue tradisional khas Makassar yang terbuat dari tepung beras, santan, dan telur.
Ringkasan merujuk ke Sikaporo — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010003057724- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Indonesia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Makassar, Sulawesi Selatan. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Sikaporo (aksara Lontara: ᨔᨗᨀᨄᨚᨑᨚ) adalah kue tradisional khas Makassar yang terbuat dari tepung beras, santan, dan telur. Kue berwarna kuning-hijau memiliki rasa yang manis. Dahulunya kue ini hanya dapat dinikmati para bangsawan saja, tetapi dalam perkembangannya sudah dapat dikonsumsi masyarakat luas. Kue ini biasanya disajikan di acara pernikahan atau penyambutan tamu. Sikaporo dapat dibeli di beberapa toko besar di Makassar dengan harga berkisar Rp35.000 (tahun 2019). Kue ini berbentuk bunga dengan kelopak-kelopak yang simetris. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sikaporo di antaranya adalah tepung beras, santan kental, telur ayam, gula pasir, pewarna makanan dan agar-agar. Sikaporo dapat terdiri dari dua lapisan atau satu lapisan saja. Sikaporo dengan dua lapisan disebut sebagai Sikaporo tello karena adanya penambahan telur. Sementara itu, sikaporo yang hanya terdiri dari satu lapis saja berasal dari air daun pandan.[WPI-3057724]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Makassar, Sulawesi Selatan. Konteks sajian: Hidangan penutup. Penyajian: Suhu ruangan. Komponen yang dicatat: Tepung berasSantanTelurGula pasirAgar-agar.[WPI-3057724]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Tepung berasSantanTelurGula pasirAgar-agar.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Sikaporo (aksara Lontara: ᨔᨗᨀᨄᨚᨑᨚ) adalah kue tradisional khas Makassar yang terbuat dari tepung beras, santan, dan telur. Kue berwarna kuning-hijau memiliki rasa yang manis. Dahulunya kue ini hanya dapat dinikmati para bangsawan saja, tetapi dalam perkembangannya sudah dapat dikonsumsi masyarakat luas. Kue ini biasanya disajikan di acara pernikahan atau penyambutan tamu. Sikaporo dapat dibeli di beberapa toko besar di Makassar dengan harga berkisar Rp35.000 (tahun 2019). Kue ini berbentuk bunga dengan kelopak-kelopak yang simetris. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sikaporo di antaranya adalah tepung beras, santan kental, telur ayam, gula pasir, pewarna makanan dan agar-agar. Sikaporo dapat terdiri dari dua lapisan atau satu lapisan saja. Sikaporo dengan dua lapisan disebut sebagai Sikaporo tello karena adanya penambahan telur. Sementara itu, sikaporo yang hanya terdiri dari satu lapis saja berasal dari air daun pandan.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-3057724 · Kontributor Wikipedia
Sikaporo — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 27018945, 2025-03-10T23:29:24Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.