Tajin mera
Tajhin Madura atau tajhin mera (تجين ميرأ/ تجين مادْوراْ) adalah makanan khas Madura yang hanya ada khusus di bulan Shaffar sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Allah dan sudah menjadi tradisi yang mengakar dikalangan masyarakat Madura.
Ringkasan merujuk ke Tajin mera — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010002499424- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Tajhin Madura atau tajhin mera (تجين ميرأ/ تجين مادْوراْ) adalah makanan khas Madura yang hanya ada khusus di bulan Shaffar sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Allah dan sudah menjadi tradisi yang mengakar dikalangan masyarakat Madura. Masyarakat Madura dikenal memiliki budaya yang khas, unik dan memiliki kekhususan-kultural yang beda dengan etnik lain. Tajin mera khas Madura ini terbuat dari tepung beras, tepung ketan, gula merah, santan, beserta garam yang memberikan rasa gurih, manis, dan sedikit asin. Tradisi ini berawal dari sejarah kisah Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib yaitu cucu Muhammad yang terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Kejadian pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan ke Irak. Untuk mengenang sejarah tersebut, masyarakat Madura mewujudkannya dengan tradisi tajin mera pada bulan Saffar, dengan cara membagi-bagikannya ke tetangga -tetangga. Sedangkan makna dari tajhin(bubur)merah adalah bermakna sebagai pembanding dari sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan misalnya ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil.[WPI-2499424]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Tajhin Madura atau tajhin mera (تجين ميرأ/ تجين مادْوراْ) adalah makanan khas Madura yang hanya ada khusus di bulan Shaffar sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Allah dan sudah menjadi tradisi yang mengakar dikalangan masyarakat Madura. Masyarakat Madura dikenal memiliki budaya yang khas, unik dan memiliki kekhususan-kultural yang beda dengan etnik lain. Tajin mera khas Madura ini terbuat dari tepung beras, tepung ketan, gula merah, santan, beserta garam yang memberikan rasa gurih, manis, dan sedikit asin. Tradisi ini berawal dari sejarah kisah Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib yaitu cucu Muhammad yang terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Kejadian pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan ke Irak. Untuk mengenang sejarah tersebut, masyarakat Madura mewujudkannya dengan tradisi tajin mera pada bulan Saffar, dengan cara membagi-bagikannya ke tetangga -tetangga. Sedangkan makna dari tajhin(bubur)merah adalah bermakna sebagai pembanding dari sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan misalnya ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-2499424 · Kontributor Wikipedia
Tajin mera — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29885370, 2026-09-18T06:22:38Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.