Tokoroten
Tokoroten (心太, ところてん) adalah hidangan berbahan agar-agar khas masakan Jepang yang dibuat dari rumput laut jenis agarofit.
Ringkasan merujuk ke Tokoroten — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:131779110- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Japan. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 2 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Tokoroten (心太, ところてん) adalah hidangan berbahan agar-agar khas masakan Jepang yang dibuat dari rumput laut jenis agarofit. Secara tradisional, proses pembuatannya melibatkan perebusan tengusa (Gelidium amansii) hingga larut, kemudian didinginkan hingga membentuk gel padat. Gel tersebut selanjutnya ditekan melalui alat ekstrusi untuk membentuk mie tipis. Berbeda dengan hidangan penutup berbasis gelatin, tokoroten memiliki tekstur yang lebih kenyal. Tokoroten dapat disajikan hangat (dalam bentuk encer) atau dingin (sebagai gel). Rasa dan pelengkapnya bervariasi antar daerah. Saat ini, umumnya dinikmati dengan campuran cuka dan kecap asin, terkadang ditambah nori, cabai, atau wijen. Pelengkap-pelengkap tersebut cukup populer di Wilayah Kanto. Sedangkan di Wilayah Kansai, tokoroten disajikan sebagai hidangan penutup dengan sirup kuromitsu. Di beberapa tempat lain, bahkan ada yang menyajikannya dengan miso dan daun bawang. Hidangan ini sangat digemari terutama saat musim panas di Jepang, karena rasanya yang ringan dan menyegarkan membuatnya menjadi camilan populer untuk membantu menyejukkan tubuh di cuaca hangat.[WPI-4624889]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Japan. Konteks sajian: Side dish, dessert. Kategori menurut sumber: Wagashi. Penyajian: Hot, cold. Komponen yang dicatat: Seaweed (tengusa, ogonori).[WP-31779110]
Bahan menurut versi sumber
Komponen menurut sumber (istilah asli): Seaweed (tengusa, ogonori).
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Inggris
Tokoroten is a gelatinous dish in Japanese cuisine, made from agarophyte seaweed. It was traditionally made by boiling tengusa (Gelidium amansii) and allowing the mixture to congeal into a jelly. The jelly is then pressed through an extruding device and shaped into noodles. Unlike gelatin desserts, tokoroten has a firmer texture. Tokoroten can be eaten hot (in solution) or cold (as a gel). Flavorings and garnishes can vary from region to region. In the present day, it is common to eat it with a mixture of vinegar and soy sauce, and sometimes nori, hot pepper, or sesame. In the Kansai region, tokoroten is eaten as a dessert with kuromitsu syrup.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WP-31779110 · Kontributor Wikipedia
Tokoroten — Wikipedia bahasa Inggris
Diadaptasi dari bagian pembuka dan ringkasan fakta artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 1376045358, 2026-09-21T18:14:19Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.
- WPI-4624889 · Kontributor Wikipedia
Tokoroten — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian pembuka artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29333918, 2026-06-10T22:02:32Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.