Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Minuman

Kopi Toratima

Kopi Toratima adalah kopi robusta khas Sigi, Sulawesi Tengah.

Ringkasan merujuk ke Kopi Toratima — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010002860651
Jenis
Minuman
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Kopi Toratima adalah kopi robusta khas Sigi, Sulawesi Tengah. Keunikan kopi Toratima terletak pada cara pemilihan biji kopinya. Biji kopi diambil dari lepehan binatang-binatang nokturnal yang memakan buah kopi di malam hari, seperti tarsius, kelelawar, tangali, dll. Biji-biji kopi yang tertinggal di permukaan tanah ini kemudian diolah dan dijadikan kopi Toratima. Walaupun pada awalnya kopi Toratima hanya dikonsumsi masyarakat setempat sebagai suguhan tamu atau kegiatan adat, kopi Toratima kemudian menjadi sajian khas yang dijual ke pelbagai daerah di Sulawesi, seperti di Palu. Warga dataran tinggi Gempu, Pipikoro, Sigi hampir semuanya menanam kopi. Sebanyak 19 desa di Sigi juga mendapatkan pendampingan sejak 2012 untuk mengembangkan produksi dan mutu kopinya. Di daerah dataran tinggi Gempu, terdapat banyak kuskus kerdil yang memiliki peran serupa sebagaimana luwak dalam pembuatan kopi luwak. Bedanya, kuskus kerdil tidak memakan biji kopi, melainkan melepehkannya. Karena kuskus kerdil hanya memilih buah kopi matang terbaik, kopi pilihan kuskus kerdil ini dipercaya memiliki cita rasa yang istimewa.[WPI-2860651]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Kopi Toratima adalah kopi robusta khas Sigi, Sulawesi Tengah. Keunikan kopi Toratima terletak pada cara pemilihan biji kopinya. Biji kopi diambil dari lepehan binatang-binatang nokturnal yang memakan buah kopi di malam hari, seperti tarsius, kelelawar, tangali, dll. Biji-biji kopi yang tertinggal di permukaan tanah ini kemudian diolah dan dijadikan kopi Toratima. Walaupun pada awalnya kopi Toratima hanya dikonsumsi masyarakat setempat sebagai suguhan tamu atau kegiatan adat, kopi Toratima kemudian menjadi sajian khas yang dijual ke pelbagai daerah di Sulawesi, seperti di Palu. Warga dataran tinggi Gempu, Pipikoro, Sigi hampir semuanya menanam kopi. Sebanyak 19 desa di Sigi juga mendapatkan pendampingan sejak 2012 untuk mengembangkan produksi dan mutu kopinya. Di daerah dataran tinggi Gempu, terdapat banyak kuskus kerdil yang memiliki peran serupa sebagaimana luwak dalam pembuatan kopi luwak. Bedanya, kuskus kerdil tidak memakan biji kopi, melainkan melepehkannya. Karena kuskus kerdil hanya memilih buah kopi matang terbaik, kopi pilihan kuskus kerdil ini dipercaya memiliki cita rasa yang istimewa.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-2860651 · Kontributor Wikipedia

      Kopi Toratima — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 29845360, 2026-09-17T20:35:19Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.