Sambal bekasam
Sambal Bekasam merupakan sambal ambal tradisional khas Sumatera Selatan yang menggunakan bekasam sebagai bahan utama.
Ringkasan merujuk ke Sambal bekasam — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004449936- Jenis
- Olahan pangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Sambal Bekasam merupakan sambal ambal tradisional khas Sumatera Selatan yang menggunakan bekasam sebagai bahan utama. Bekasam sendiri adalah olahan fermentasi dari ikan air tawar (seperti ikan nila, sepat, atau gabus) yang dicampur garam dan nasi, kemudian difermentasi selama beberapa hari hingga memiliki aroma asam khas dan rasa yang tajam. Sambal bekasam merupakan bentuk kuliner peralihan antara sambal dan lauk, karena fungsinya tidak hanya sebagai pelengkap rasa pedas, tetapi juga sebagai sumber protein hewani yang diawetkan. Sambal ini terkenal di daerah seperti Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan sekitarnya, di mana fermentasi menjadi metode tradisional untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan. Biasanya bekasam ditumis terlebih dahulu untuk mengurangi bau asam menyengatnya, lalu dicampur dengan bumbu sambal yang telah ditumis hingga harum. Hasil akhirnya adalah sambal yang memiliki rasa pedas, asam, gurih, dan sedikit asin dengan aroma fermentasi yang khas.[WPI-4449936]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Sambal Bekasam merupakan sambal ambal tradisional khas Sumatera Selatan yang menggunakan bekasam sebagai bahan utama. Bekasam sendiri adalah olahan fermentasi dari ikan air tawar (seperti ikan nila, sepat, atau gabus) yang dicampur garam dan nasi, kemudian difermentasi selama beberapa hari hingga memiliki aroma asam khas dan rasa yang tajam. Sambal bekasam merupakan bentuk kuliner peralihan antara sambal dan lauk, karena fungsinya tidak hanya sebagai pelengkap rasa pedas, tetapi juga sebagai sumber protein hewani yang diawetkan. Sambal ini terkenal di daerah seperti Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan sekitarnya, di mana fermentasi menjadi metode tradisional untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan. Biasanya bekasam ditumis terlebih dahulu untuk mengurangi bau asam menyengatnya, lalu dicampur dengan bumbu sambal yang telah ditumis hingga harum. Hasil akhirnya adalah sambal yang memiliki rasa pedas, asam, gurih, dan sedikit asin dengan aroma fermentasi yang khas.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4449936 · Kontributor Wikipedia
Sambal bekasam — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan dan Cara Pembuatan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28763590, 2025-12-31T21:58:28Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.