Sambal Embam
Sambal Embam merupakan salah satu jenis sambal tradisional khas Indonesia yang menggunakan buah embam (sejenis mangga tropis dengan rasa manis saat matang) sebagai bahan utamanya.
Ringkasan merujuk ke Sambal Embam — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004449932- Jenis
- Olahan pangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Sambal Embam merupakan salah satu jenis sambal tradisional khas Indonesia yang menggunakan buah embam (sejenis mangga tropis dengan rasa manis saat matang) sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan sambal mangga muda yang menawarkan cita rasa asam segar, sambal embam dibuat dari buah embam yang sudah matang, sehingga menghasilkan rasa yang manis, pedas, dan segar dalam satu sajian. Meskipun tidak sepopuler sambal mangga atau sambal terasi, sambal embam dikenal di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki pohon embam tumbuh secara lokal, khususnya di kawasan Sumatera dan sebagian wilayah Kalimantan. Buah embam sering disamakan dengan jenis mangga lokal, meskipun memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang sedikit berbeda lebih manis dan lembut ketika matang. Bahan utamanya antara lain: Buah embam matang, dikupas dan dihaluskan kasar Cabai rawit atau cabai merah sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan Bawang merah dan bawang putih (biasanya mentah) Gula merah atau gula pasir Garam secukupnya Perasan jeruk limau atau sedikit asam jawa (opsional) Bahan-bahan tersebut diulek bersama hingga tercampur merata.[WPI-4449932]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Sambal Embam merupakan salah satu jenis sambal tradisional khas Indonesia yang menggunakan buah embam (sejenis mangga tropis dengan rasa manis saat matang) sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan sambal mangga muda yang menawarkan cita rasa asam segar, sambal embam dibuat dari buah embam yang sudah matang, sehingga menghasilkan rasa yang manis, pedas, dan segar dalam satu sajian. Meskipun tidak sepopuler sambal mangga atau sambal terasi, sambal embam dikenal di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki pohon embam tumbuh secara lokal, khususnya di kawasan Sumatera dan sebagian wilayah Kalimantan. Buah embam sering disamakan dengan jenis mangga lokal, meskipun memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang sedikit berbeda lebih manis dan lembut ketika matang. Bahan utamanya antara lain: Buah embam matang, dikupas dan dihaluskan kasar Cabai rawit atau cabai merah sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan Bawang merah dan bawang putih (biasanya mentah) Gula merah atau gula pasir Garam secukupnya Perasan jeruk limau atau sedikit asam jawa (opsional) Bahan-bahan tersebut diulek bersama hingga tercampur merata.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4449932 · Kontributor Wikipedia
Sambal Embam — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29325412, 2026-06-07T18:22:47Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.