Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan · Indonesia

Bongko

Bongko adalah hidangan pembuka sejenis puding yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia.

Ringkasan merujuk ke Bongko — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Nama lain: Kue Bongko

Gambar Bongko
Gambar Bongko dari Wikimedia Commons. Zhilal Darma · CC BY-SA 4.0 · Zhilal Darma

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010004431393
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Indonesia
Catatan tempat
Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Sumatera Barat. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
Peran lain
Bahan
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Bongko adalah hidangan pembuka sejenis puding yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Hidangan ini terbuat dari bahan utama berupa tepung beras, santan kelapa dan gula aren. Bongko biasanya disajikan pada saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Selain itu bongko juga disajikan pada acara adat di Minangkabau. Bongko yang disajikan memiliki warna hijau dengan tekstur lembut beraroma pandan. Bahan yang digunakan untuk membuat bongko adalah tepung beras, santan kelapa, gula aren, daun pandan dan daun pisang (untuk membungkus). Pertama, buat air daun pandan kemudian campurkan dengan tepung beras hingga membentuk adonan kental seperti bubur. Gunakan daun pisang sebagai pembungkus adonan lalu tambahkan santan dan gula aren sebagai pemanis. Kukus selama beberapa menit hingga matang, lalu bongko siap untuk dihidangkan.[WPI-4431393]

Catatan dari sumber

Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Sumatera Barat. Konteks sajian: Hidangan pembuka. Penyajian: Suhu ruangan. Komponen yang dicatat: tepung beras, santan kelapa dan gula aren.[WPI-4431393]

Bahan menurut versi sumber

Komponen pada versi sumber (istilah asli): tepung beras, santan kelapa dan gula aren.

  • Santan komponen yang dicatat sumber · Bentuk bahan mengikuti uraian sumberCakupan bagian sumber pada revisi yang ditautkan; bukan semua versi [WPI-4431393]

Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

Cara pengolahan

Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

Bongko adalah hidangan pembuka sejenis puding yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Hidangan ini terbuat dari bahan utama berupa tepung beras, santan kelapa dan gula aren. Bongko biasanya disajikan pada saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Selain itu bongko juga disajikan pada acara adat di Minangkabau. Bongko yang disajikan memiliki warna hijau dengan tekstur lembut beraroma pandan. Bahan yang digunakan untuk membuat bongko adalah tepung beras, santan kelapa, gula aren, daun pandan dan daun pisang (untuk membungkus). Pertama, buat air daun pandan kemudian campurkan dengan tepung beras hingga membentuk adonan kental seperti bubur. Gunakan daun pisang sebagai pembungkus adonan lalu tambahkan santan dan gula aren sebagai pemanis. Kukus selama beberapa menit hingga matang, lalu bongko siap untuk dihidangkan.

Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

Sumber rujukan

Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

  1. WPI-4431393 · Kontributor Wikipedia

    Bongko — Wikipedia bahasa Indonesia

    Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan dan cara memasak; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

    Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

    Revisi 27166759, 2025-04-20T02:38:10Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.